Ramalan Bencana Di Jawa Pada Tahun 2011
Mei 15th, 2013
Denny Yudho Budyanto
Bencana alam yang terjadi akhir-akhir ini di Indonesia, seperti halnya bencana tsunami di Aceh, tsunami di pantai Pangandaran serta gempa di Padang Pariyaman, dan yang terakhir ini adalah bencana merapi, mengingatkan pada sebuah mitos ataupun sekumpulan bait dari ramalan-ramalan kuno yang juga terangkum pada buku babad tanah jawa.
Adalah seorang raja yang mendirikan kerajaan di daerah Kediri, jauh kerajaan Singasari berdiri, yang bernama Prabu Jayabaya, beliau tidak hanya seorang raja akan tetapi juga seorang penyair, filsafah, serta penulis di masa itu, bait-bait syair serta tulisan aslinya tersebut meskipun sulit ditemukan dan hanya berupa prasasti yang menceritakan keberadaan beliau, tulisan–tulisan tersebut juga disampaikan secara tutur tinular atau turun-temurun melalui perkataan hingga saat ini.
Beberapa tulisan–tulisan dari Prabu Jayabaya itu adalah yang berkaitan dengan masa depan, dan juga syair-syair sastra yang sulit untuk dicerna isinya. Akan tetapi syair–syair Prabu Jayabaya tersebut banyak yang terbukti di masa sekarang, dan dikenal dengan ramalan Joyoboyo atau Jongko Joyoboyo. Beberapa ramalan yang terbukti di masa–masa saat ini adalah syair yang diterjemahkan dari bahasa sansekerta ke dalam bahasa jawa yang mengatakan “Pulau Jowo dikalungi rantai wesi” atau “pulau jawa berkalung rantai besi” yang artinya bahwa saat ini pulau jawa dikelilingi oleh rel kereta api yang melingkar dari jalur pantura dan jalur selatan, selain itu syair yang menyebutkan “pasar ilang ramene” atau “pasar hilang keramaian dalam tawar-menawar” yang mengindikasikan berdirinya mall–mall serta pusat perbelanjaan yang sama sekali tidak ada tawar-menawar dalam jual-beli.
Yang patut dicermati adalah ramalan–ramalan Joyoboyo yang mengatakan tentang berbagai bencana alam dahsyat yang mengarah pada bencana 2011, dimana menyebutkan bahwa pulau jawa di masa itu terbelah di perbatasan Daerah Istimewa Jogjakarta karena terjadi letusan dahsyat gunung merapi, sehingga jika kita pergi ke kota Jogjakarta maka harus menaiki kapal fery karena terbentuknya selat di daerah tersebut.
Berbagai kalangan ada yang mempercayai ramalan–ramalan tersebut namun banyak juga yang menanggapinya seperti angin lalu, karena tulisan-tulisan asli Joyoboyo tersebut tidak ada dan diragukan keotentikannya, bisa juga tulisan–tulisan tersebut diterbitkan di masa–masa sekarang hanya untuk menyesatkan iman, dimana agama khususnya Islam mengharamkan berbagai bentuk ramalan.
Pencarian Terpopuler: ramalan bencana alam 2013 di yogyakarta, jongko joyoboyo merapi, ramalan bencana di tahun 2013, syair jongko joyoboyo.
Tagged with: ramalan joyoboyoThis entry was posted on Rabu, Mei 15th, 2013 at 15:39 and is filed under Ramalan Tahun Baru. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.