Ramalan Bencana Di Jawa Pada Tahun 2011

Bencana alam yang terjadi akhir-akhir ini di Indonesia, seperti halnya bencana tsunami di Aceh, tsunami di pantai Pangandaran serta gempa di Padang Pariyaman, dan yang terakhir ini adalah bencana merapi, mengingatkan pada sebuah mitos ataupun sekumpulan bait dari ramalan-ramalan kuno yang juga terangkum pada buku babad tanah jawa.

Adalah seorang raja yang mendirikan kerajaan di daerah Kediri, jauh kerajaan Singasari berdiri, yang bernama Prabu Jayabaya, beliau tidak hanya seorang raja akan tetapi juga seorang penyair, filsafah, serta penulis di masa itu, bait-bait syair serta tulisan aslinya tersebut meskipun sulit ditemukan dan hanya berupa prasasti yang menceritakan keberadaan beliau, tulisan–tulisan tersebut juga disampaikan secara tutur tinular atau turun-temurun melalui perkataan hingga saat ini.

Beberapa tulisan–tulisan dari Prabu Jayabaya itu adalah yang berkaitan dengan masa depan, dan juga syair-syair sastra yang sulit untuk dicerna isinya. Akan tetapi syair–syair Prabu Jayabaya tersebut banyak yang terbukti di masa sekarang, dan dikenal dengan ramalan Joyoboyo atau Jongko Joyoboyo. Beberapa ramalan yang terbukti di masa–masa saat ini adalah syair yang diterjemahkan dari bahasa sansekerta ke dalam bahasa jawa yang mengatakan “Pulau Jowo dikalungi rantai wesi” atau “pulau jawa berkalung rantai besi” yang artinya bahwa saat ini pulau jawa dikelilingi oleh rel kereta api yang melingkar dari jalur pantura dan jalur selatan, selain itu syair yang menyebutkan “pasar ilang ramene” atau “pasar hilang keramaian dalam tawar-menawar” yang mengindikasikan berdirinya mall–mall serta pusat perbelanjaan yang sama sekali tidak ada tawar-menawar dalam jual-beli.

Yang patut dicermati adalah ramalan–ramalan Joyoboyo yang mengatakan tentang berbagai bencana alam dahsyat yang mengarah pada bencana 2011, dimana menyebutkan bahwa pulau jawa di masa itu terbelah di perbatasan Daerah Istimewa Jogjakarta karena terjadi letusan dahsyat gunung merapi, sehingga jika kita pergi ke kota Jogjakarta maka harus menaiki kapal fery karena terbentuknya selat di daerah tersebut.

Berbagai kalangan ada yang mempercayai ramalan–ramalan tersebut namun banyak juga yang menanggapinya seperti angin lalu, karena tulisan-tulisan asli Joyoboyo tersebut tidak ada dan diragukan keotentikannya, bisa juga tulisan–tulisan tersebut diterbitkan di masa–masa sekarang hanya untuk menyesatkan iman, dimana agama khususnya Islam mengharamkan berbagai bentuk ramalan.

Pencarian Terpopuler: ramalan bencana alam 2013 di yogyakarta, jongko joyoboyo merapi, ramalan bencana di tahun 2013, syair jongko joyoboyo.

Tagged with: ramalan joyoboyo
 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>