Jenis Keris Serta Manfaatnya Dalam Perspektif Masyarakat Jawa
Mei 16th, 2012
Denny Yudho Budyanto
Keris adalah senjata tradisional masyarakat jawa tengah yang tidak hanya dijadikan senjata pada jaman dahulu akan tetapi juga dijadikan sebuah simbol kekuasaan serta kepribadian seseorang yang memiliki keris tersebut. Secara garis besar, jenis keris dibagi menjadi dua dengan perbedaan mencolok pada sarungnya yaitu yang pertama adalah keris ladrangan atau akrab disebut sebagai keris ageman yang biasa dipakai pada acara-acara pesta dan adat pernikahan. Kemudian yang kedua adalah keris pusaka yang memang jaman dahulunya dipakai untuk berperang. Bagi orang-orang yang mempercayainya keris tersebut memiliki unsur magis tertentu dan juga dipercayai memiliki usur tuah.
Keris jawa selain memiliki nilai historis yang sangat tinggi, juga memiliki estetika serta nilai seni yang luar biasa, banyak jenis keris apabila digolongkan pada dapurnya serta pamornya, karena dua hal tersebut diyakini merupakan cerminan dari karakteristik serta “watak” keris tersebut. Contohnya adalah keris dengan dapur Nogo Rojo, keris tersebut dibuat pada jaman pemerintahan Sultan Agung pada jaman kerajaan Mataram Islam yang terletak di Kota Gede Jogjakarta, keris Nogo Rojo sering disebut dengan keris kanoman yang artinya adalah keris yang dibuat pada era baru, jauh setelah kerajaan Majapahit yang merupakan “penghasil” empu (pembuat keris) serta keris dengan nilai yang luar biasa.
Keris dengan karakter Nogo atau Naga yang bercirikas memiliki “luk” atau bilah yang bengkok dengan jumlah tekukan ganjil sesuai dengan angka yang dikeramatkan masyarakat jawa, memiliki karakter yang agresif dan dulunya memang diciptakan sebagai senjata tikam yang cukup mematikan di medan perang, konon bagi masyarakat yang mengkoleksi keris tersebut akan memiliki semangat serta kekuatan yang mendorongnya untuk bekerja lebih giat setiap harinya, karena bagi yang mempercayainya pamor serta aura yang tersimpan di dalam tersebut dapat berkonsolidasi dengan aura pemiliknya sehingga dapat mendorong sugesti sesuai dengan karakteristik keris yang disimpannya tersebut.
Keris dengan dapur tilam lumpih misalnya dengan bercirikas memiliki bilah yang tegak lurus serta memiliki pahatan yang menyerupai beras tumpah atau sering disebut dengan pamor beras wutah, sebagian masyarakat percaya bahwa keris tersebut cocok dipakai oleh penguasa daerah misalnya camat atau bupati, yang aura keris tersebut dapat mendorong kewibawaan serta peningkatan derajat dan memberikan rasa sejahtera serta keamanan bagi rakyat yang diperintannya.
Terlepas dari keyakinan percaya maupun tidak percaya, bagi kepercayaan masyarakat jawa, keris merupakan perantara dari Allah yang berupa “lentera” yang memberinya petunjuk serta penerangan untuk memberi arah langkah manusia dalam menjalani kehidupannya
Pencarian Terpopuler: jenis jenis keris, Keris nogo rojo, keris nogorojo, jenis keris, jenis-jenis keris jawa.
Tagged with: keris jawa